Merawat Demokrasi dari Ruang Silaturahmi: Bawaslu Kota Banjarbaru Bersama NU
|
Banjarbaru — Suasana pagi di Banjarbaru pada Sabtu (2/5) pukul 10.00–12.00 WITA berlangsung hangat saat forum konsolidasi demokrasi digelar oleh Bawaslu Kota Banjarbaru bersama tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan. Diskusi menjadi ruang awal membahas penguatan demokrasi di tingkat lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru Ikhsan, Anggota Bahrani, serta Ketua Nahdlatul Ulama Kota Banjarbaru Muslih Amberi. Pertemuan berlangsung santai, mempertemukan berbagai pandangan mengenai pentingnya menjaga demokrasi yang sehat dan damai.
Peserta terlibat dialog terbuka dalam suasana akrab. Percakapan mengalir ringan namun tetap memuat pesan kebangsaan, diselingi interaksi yang mencairkan suasana.
Bawaslu Kota Banjarbaru memandang demokrasi tidak hanya berkaitan dengan tahapan pemilu, tetapi juga upaya menjaga persatuan, toleransi, dan partisipasi masyarakat. Karena itu, dialog dengan tokoh agama dinilai penting untuk memperkuat kesadaran demokrasi.
Muslih Amberi menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan kedewasaan serta kemampuan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pilihan politik. Ia juga menekankan peran tokoh agama dalam menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat.
Ikhsan menyampaikan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah memperkuat sinergi antara pengawas pemilu dan masyarakat. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjaga kualitas demokrasi di Kota Banjarbaru.
Bahrani turut memberikan pandangan terkait pentingnya keterlibatan publik dalam mewujudkan demokrasi yang sehat, inklusif, dan beretika.
Kegiatan ditutup menjelang pukul 12.00 WITA dengan pesan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga komunikasi, silaturahmi, dan komitmen bersama menjaga persatuan.
Penulis dan Foto : Humas