Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi, Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru Gandeng Tokoh Agama Bahas Isu Kepemiluan

Bawaslu Kota Banjarbaru Lakukan Konsolidasi Demokrasi bersama Tokoh Agama

Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru, Nor Ikhsan, dalam Konsolidasi Demokrasi bersama Tokoh Agama, Guru Adam

Banjarbaru — Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru, Nor Ikhsan melaksanakan kegiatan konsolidasi demokrasi bersama tokoh agama, Guru Adam, dalam rangka memperkuat pengawasan partisipatif dan menjaga kualitas demokrasi di Kota Banjarbaru, Rabu (13/5).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana diskusi terbuka dan dialogis dengan membahas sejumlah isu strategis demokrasi dan kepemiluan yang berkembang di tengah masyarakat. Tema yang menjadi perhatian dalam konsolidasi tersebut meliputi politik uang, disinformasi atau hoaks, netralitas ASN serta anggota TNI/Polri, larangan penggunaan fasilitas negara maupun tempat ibadah dan tempat pendidikan untuk kepentingan politik praktis, hingga isu penegakan hukum pemilu.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh persoalan isu SARA, gejala oligarki, gejala otoritarianisme, sengketa PHPU/PHP Kada.

Dalam kesempatan itu, Nor Ikhsan menyampaikan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Menurutnya, tantangan demokrasi saat ini semakin kompleks, terutama dengan masifnya penyebaran informasi yang belum tentu benar di ruang digital. Karena itu, masyarakat diharapkan mampu menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun informasi yang menyesatkan.

“Demokrasi yang sehat memerlukan partisipasi masyarakat yang sadar hukum, kritis terhadap informasi, dan tetap menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pilihan politik,” ujar Nor Ikhsan.

Sementara itu, Guru Adam menegaskan pentingnya nilai-nilai keagamaan dan moral dalam menjaga kehidupan demokrasi yang damai dan berkeadaban. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan perbedaan pandangan politik sebagai bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa dan tidak menimbulkan perpecahan sosial.

Kegiatan konsolidasi demokrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Bawaslu, tokoh agama, dan masyarakat dalam menciptakan iklim demokrasi yang aman, damai, serta berintegritas di Kota Banjarbaru.

Penulis dan Foto : Humas